Tips Mengemudi Ketika Banjir

25 Pebruari 2016 | Editor : Admin

Hujan masih mengguyur beberapa kota di Indonesia sehingga meyebabkan jalan raya sering digenangi air. Pastinya akan menjadi pengalaman yang menyebalkan jika suatu saat Kallafriends terjebak banjir dan mobil menjadi mogok. Oleh karena itu Kallafriends perlu lebih waspada dan mengemudi dengan ekstra hati-hati. Berikut tips agar Kallafriends tidak menemukan situasi yang fatal ketika mengemudi melewati banjir :
Perhatikan ketingian air.  Semakin tinggi genangan air, semakin besar pula resiko merusak. Banjir yang hendak dilalui tidak boleh lebih tinggi dari lubang masuk udara mobil Kallafriends. Pilih genangan yang paling rendah serta bebas hambatan seperti polisi tidur ataupun jalan yang rusak. Karena ketika menerjang banjir, konstannya kecepatan mobil memegang peranan penting dalam meminimalkan resiko.
Jaga jarak. Karena kecepatan konstan sangat penting, pastikan mobil Kallafriends memiliki jarak yang cukup jauh dengan mobil di depan. Bila masih dekat, lebih baik menunggu sampai cukup yakin mobil di depan tidak akan menghalangi laju mobil Kallafriends.
Putaran mesin rendah. Jangan menjalankan mobil dengan putaran tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan besarnya daya isap udara dari mesin dan memungkinkan air masuk sehingga terjadi water hammer. Sebaliknya, jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm. Kalaupun air tetap masuk ke ruang mesin, kerusakan yang terjadi bisa lebih diminimalisir dibanding ketika memakai putaran tinggi.
Jangan menggunakan setengah kopling. Terlalu sering menggunakan setengah kopling akan memperbesar kemungkinan kopling terbakar dan menaikkan putaran mesin. Sebisa mungkin lepaskan injakan kopling ketika melewati banjir dan biarkan plat kopling saling menempel erat sehingga mobil dapat melaju secara konstan.
Matikan mesin segera saat darurat. Bila ketinggian air sudah melampaui saluran masuk udara ke mesin atau bahkan kap mesin, sebaiknya Kallafriends segera mematikan mesin mobil. Hal tersebut juga dilakukan ketika terasa ada tanda-tanda mesin kemasukan air dan hendak mati. Dengan mematikan mesin lebih awal, Kallafriends akan menghilangkan resiko terjadinya water hammer.
Keringkan rem. Hindari langsung menambah kecepatan seusai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan. Lakukan ini sekitar 20 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem normal. Bila belum, injak pedal bersamaan 20 detik lagi. Ulangi terus langkah ini sampai pengereman kembali normal, karena setelah melewati banjir piringan rem akan basah dan ketahanannya berkurang.
Cek fluida. Banjir yang menyentuh bagian bawah mesin dan girboks bisa membuat air yang masuk ke dalam bercampur dengan pelumas. Segera cek oli mesin, transmisi dan minyak rem begitu keadaan memungkinkan. Bila warna oli berubah menjadi keruh, segera ganti karena fluida tersebut sudah terkontaminasi air.
Dan jangan lupa untuk langsung mencuci mobil setelah Kallafriends mengendarainya di tempat banjir, karena mobil akan berbau apek jika tidak langsung dibersihkan.