Menentukan Jenis Bahan Bakar yang sesuai

07 Desember 2015 | Editor : Dede Taufik

Pernah bingung menentukan jenis bahan bakar yang cocok untuk kendaraanmu? Premium kah? Pertamax kah? Mari kita simak ulasan berikut.

Kadang ada orang yang berpikir, mesin menggunakan bahan bakar premium ataupun pertamax, kalau sama-sama mesin bisa hidup menggunakan yang lebih affordable  kenapa tidak? Ada juga yang berpikir semakin mahal bahan bakar untuk kendaraannya maka akan semakin baik, tanpa melihat kendaraan yang mereka miliki. Sebaiknya kenali kebutuhan mesin anda, salah pilih bahan bakar justru dapat membuat mesin anda tidak terawat.

Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.

Angka oktan menyatakan kandungan molekul iso oktan di bensin. Molekul ini yang menahan terjadinya ngelitik atau detonasi. Sehingga makin tinggi oktan, kuat terhadap kompresi tinggi. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan Pertamax Plus ber-oktan 95. Racing Fuel seperti Bensol ber-oktan 105 , dan yg lain berkisar di angka kurang lebih 110.

“Kompresi berbanding lurus dengan angka oktan. Kompresi wajib diimbangi oktan tinggi,” jelas Colin Latung, konsultan perminyakan dari URS Indonesia disalah satu tabloid nasional. Kesesuaian angka oktan dengan kompresi akan memperkecil kemungkinan terjadi gejala nggelitik. “Kalau tetap memaksakan motor kendaraan dengan kompresi tinggi menggunakan oktan rendah, piston akan jebol. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar,” jelas alumnus Lancaster University, Inggris ini. Artinya, mengubah penggunaan Premium tergantung kompresi motor. Dalam kondisi estede, lihat saja spesifikasi teknis kendaraan yang dibikin pabrikan.

Tapi, bagaimana dengan mengoplos aditif octane booster. “Penambahan itu tidak signifikan. Sebab, kandungan kimia octane seperti Metil Cyclo Pentan Dienyl Manganis Tricarbonil (MMT) tidak akan besar mendongkrak angka oktan.

Memang, penggunaan Premium perlu diwaspadai. Soalnya, bahan bakar itu belum bebas timbel (luar Jabotabek).


OKTAN INDONESIA LEBIH RENDAH
Angka oktan bensin yang beredar di Indonesia menurut Colin Latung lebih rendah dibanding dengan sejenis di negara lain. Sebab, kita menganut Research Octane Number (RON). Sedangkan di negara lain, misal, Malaysia menganut Pump Octane Number (POM). “Angka POM didapat dari penjumlahan RON dan MON (Motor Octane Number). Hasilnya dibagi dua,” jelas Colin.

Dengan demikian, kalau angka RON Pertamax dikonversikan ke POM sudah pasti angkanya turun. “Jadi kualitas bahan bakar kita memang tidak baik,”

Jadi intinya, lihat dulu spesifikasi mesin mobil atau motor yang kamu gunakan. Lihat perbandingan kompresi mesinnya, kalau sudah tau sesuaikan dengan data berikut.

Perbandingan kompresi 7:1 - 9:1 menggunakan bahan bakar premium..
perbandingan kompresi 9:1 - 10:1 menggunakan bahan bakar pertamax
perbandingan kompresi 10:1 - 11:1 Menggunakan bahan bakar pertamax plus
perbandingan kompresi 11:1 keatas Menggunakan Racing Fuel.