Selamat Hari Nelayan Nasional

06 April 2019 | Editor : Dimas

Pada tahun 1960 pemerintah menetapkan tanggal 6 April menjadi Hari Nelayan Nasional, sebagai bentuk apresiasi kepada jasa para nelayan Indonesia yang selalu berupaya memenuhi kebutuhan protein dan gizi bagi seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

 

Sayangnya tidak banyak nelayan yang mengetahui akan adanya Hari Nelayan Nasional. Bagi mereka dirayakan maupun tidak merupakan hal yang biasa saja, karena dari tahun ke tahun kondisi mereka pun tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih sejahtera. Banyak masalah yang dihadapi oleh nelayan di Indonesia, seperti masalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), tempat tinggal yang kumuh dan kemiskinan.

 

Melansir dari tribunkaltim.com,peringatan Hari Nelayan diketahui berawal dari sebuah tradisi di Pantai Pelabuhanratu, Jawa Barat. Tradisi turun-temurun tersebut sejatinya untuk mengungkapkan rasa syukur atas kesejahteraan hidup. Pada upacara tersebut diisi dengan tarian tradisional dan pelepasan sajen ke laut dengan harapan para nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang semakin meningkat.

 

Berbeda dengan tempo dulu, kini sajen yang digunakan berupa benih ikan, benur (bibit udang), tukik (anak penyu) ke tengah teluk Pelabuhanratu di Banten. Seperti yang diketahui keadaan geografis Indonesia yang diapit dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Maka tidak aneh jika Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Hal tersebut terlihat dari banyaknya penduduk yang berprofesi sebagai nelayan.

 

Namun pada kenyataannya, kekayaan laut yang dimiliki Indonesia, berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat yang tinggal di pinggir laut. Maka dari itu pada peringatan Hari Nelayan Nasional ini juga sebagai bentuk pengingat untuk bersyukur sekaligus memajukan kesejahteraan nelayan.