Irit Bahan Bakar Mobil Toyota

08 April 2019 | Editor : Dimas

Apakah Anda sering merasa bahwa mobil Anda boros bahan bakar (BBM)? Eitss... Jangan langsung menyalahkan kondisi mobil, karena bisa jadi penyebab borosnya BBM adalah gaya mengemudi Anda. Selain gaya mengemudi, persiapan sebelum mengemudi juga penting untuk diperhatikan. Persiapan seperti apa? Yuk, simak ulasan berikut.
 

Pertama yang harus diperhatikan sebelum mengemudi adalah tekanan udara pada ban mobil. Percaya atau tidak, tekanan udara ban yang kurang dari seharusnya dapat berimbas pada konsumsi BBM. Karena setiap bobot 20 kg akan menambah konsumsi BBM sebesar 1%. Oleh sebab itu, ban akan semakin berat menopang bobot penumpang dan mobil, sehingga konsumsi BBM semakin meningkat dan kerja suspensi ban menjadi tidak optimal.
 

Untuk menghitung daya angkut mobil, kurangi Gross Vehicle Weight (GVW) dengan Carb Weight (CW) alias berat kosong. Misalnya pada mobil Toyota Calya yang memiliki GVW sebesar 1.570 kg dan CW sebesar 975 kg. Maka 1.570 kg dikurangi 975 kg, hasilnya 595 kg. Jadi, total berat yang bisa diangkut Toyota Calya adalah 595 kg untuk penumpang dan barang.

 
Selanjutnya yang wajib Anda perhatikan adalah memeriksa rute perjalanan agar terhindar dari kemacetan. Karena saat macet mesin mobil tetap menyala sehingga boros BBM. Oleh karena itu pastikan rute yang akan Anda lewati untuk sampai ke tempat tujuan terhindar dari macet. Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan rute alternatif atau pergi sebelum jam macet di lokasi yang Anda lalui. Sehingga Anda tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam karena terburu-buru.

 
Cara lain yang bisa diterapkan adalah dengan mempertahankan laju kendaraan sesuai batas kecepatan yang ditentukan. Hindari percepatan dan perlambatan laju yang mendadak, serta menginjak pedal gas terlalu dalam karena dapat menurunkan efisiensi BBM sebesar 19%.

 
Sekarang ini, mobil-mobil keluaran terbaru memiliki indikator eco yang dapat membantu menghemat bahan bakar, seperti yang terdapat pada mobil Toyota Avanza, Calya dan Agya. Jadi, jika Anda ingin irit berkendara, maka lampu indikator akan berwarna hijau, menandakan Anda dapat mengatur injakan pada pedal gas dengan tepat. Jangan lupa untuk selalu menjaga momentum dengan tidak terpancing untuk menambahkan kecepatan yang tidak perlu, seperti ngebut atau menyalip kendaraan lain. Sehingga lampu indikator yang berwarna hijau dapat tetap menyala menandakan Anda berhasil mengemudi dalam skala eco driving.