Hari Tanpa Tembakau Sedunia

30 Mei 2019 | Editor : Dimas

Hari tanpa tembakau sedunia dicetuskan oleh WHO pada tahun 1987 dan diperingati setiap tanggal 31 Mei di seluruh dunia. Ditetapkannya Hari Tanpa Tembakau Sedunia oleh WHO dilatarbelakangi oleh banyaknya orang yang mengonsumsi tembakau. Padahal tembakau memberikan dampak kesehatan yang buruk bagi tubuh.
 
Asap rokok/tembakau mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 43 diantaranya bersifat karsinogen. Tidak ada kadar paparan minimal dalam asap rokok/tembakau yang “aman”. Berdasarkan WHO, tembakau merupakan penyebab terbesar kematian oleh penyakit-yang-dapat-dicegah. Bahaya penggunaan tembakau mencakup penyakit yang terkait dengan jantung dan paru-paru seperti serangan jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema, dan kanker (terutama kanker paru-paru, kanker laring, dan kanker pankreas). Penyakit gangguan reproduksi dan kehamilan juga dapat diakibatkan dari pengunaan tembakau. Perokok pasif meski tidak merokok, dapat mengalami kanker paruparu. Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah-tengah masyarakat.
 
Setiap tahunnya setidaknya terdapat 10 juta orang di dunia yang meninggal akibat mengonsumsi tembakau. Sementara itu pengguna tembakau di seluruh dunia mencapai 1,3 miliar. Pada tahun 2004 WHO memperkirakan tembakau menyebabkan kematian bagi 5,4 juta jiwa. Di Amerika Serikat 3000 orang dewasa yang merupakan perokok pasif meninggal akibat menghirup asap rokok. Menurut data statistik, tercatat sekitar 37,6 persen penurunan jumlah perokok pada 1955, sedangkan 29,8 persen pada 2006.
 
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, jumlah perokok di Indonesia meningkat dari 27 persen dari total populasi pada tahun 1995 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013. Yang lebih mengenaskan adalah, kebanyakan perokok adalah para generasi muda, remaja, dan bahkan anak-anak.

Melalui penetapan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, diharapkan agar masyarakat dapat membantu menurunkan penggunaan tembakau yang dapat merusak kesehatan dan menyebabkan kematian. Misalnya, dengan mencoba berhenti merokok bagi perokok aktif dan mulai memanfaatkan tembakau untuk hal yang lebih berguna.