Biar Tetap Cantik, Inilah Sebab Mobil Kamu Tampak Kotor dan Cara Membersihkannya Supaya Tidak Kusam

30 Oktober 2018 | Editor : Putri Atika

Tidak hanya manusia yang butuh perawatan diri, mobil yang kamu pakai butuh perawatan rutin agar selalu tampak mengilap. Sama dengan perawatan diri, ada beberapa hal yang bakal membuat wajah mobil kamu berubah tidak ceria dan tampak kusam.


Kalau sudah begini, pasti kamu akan kecewa dan segan mengemudikannya.


Nah, apa saja yang bisa membuat tampang mobil kesayangan kamu jadi terlihat kusam dan tidak menarik? Ini penjelasannya.


1. Noda jelaga, aspal, dan serangga


Noda jelaga bekas asap mobil lain dan serangga bisa ditemui di bagian depan mobil. Kalau belum mengeras bisa dibersihkan pakai kain mikrofiber.


Sedangkan untuk noda aspal biasanya banyak ditemui di dekat sepatbor mobil. Hati-hati saat membersihkannya karena kerap sudah menempel erat. Salah membersihkan malah akan merusak bodi mobil. Kamu butuh cairan bug and tar removal untuk membersihkannya.


Cairan ini juga bisa dipakai untuk membersihkan noda jelaga dan serangga mati yang membandel.


2. Noda sisa mencuci mobil


Jejak yang ditinggalkan biasanya berbentuk seperti pulau kecil atau akrab disebut sebagai jamur. Ini biasa timbul saat Kamu tidak mengeringkan bodi mobil secara maksimal saat mencuci.


Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mengecek segala sisi bodi mobil usai mencuci dan pastikan kering sempurna. Perhatikan pula adanya lelehan air seperti di tutup tangki dan emblem Toyota. Termasuk pula di sela-sela pintu dan gril mobil.


Namun kalau sudah terlanjur muncul, coba bersihkan dengan eksterior cleaner yang banyak dijual di supermarket atau toko aksesoris mobil.


3. Baret di bodi mobil


Untuk orang yang rajin dalam merawat kendaraan, baret atau goresan di bodi mobil merupakan salah satu bentuk kerusakan yang paling membuat kesal.


Bekas baret dapat terlihat jelas, terutama untuk mobil berwarna gelap seperti hitam, sehingga membuatnya tampak kusam dan tidak terawat.


Baret bisa timbul akibat perlakuan salah saat membersihkan mobil.


Seperti menggunakan kemoceng berbahan bulu ayam atau langsung menyeka mobil dengan kain kanebo tanpa menyiramnya terlebih dahulu dengan air untuk merontokkan kotoran.


Kalau masih halus bisa dihilangkan dengan kompon.


4. Debu halus


Namanya juga mobil dipakai di jalan, kotoran seperti debu pasti mudah sekali menempel. Jangankan di jalan, mobil yang disimpan di garasi sekalipun pasti ada debunya. Sebelum pergi di pagi hari, kamu bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber. Jangan pakai kemoceng berbahan bulu ayam karena akan membuat bodi mobil tergores. Ganti dengan kemoceng bahan mikrofiber.


5. Noda bekas air hujan


Sebenarnya efek yang ditimbulkan oleh sisa air hujan sama dengan sisa air cucian mobil. Hanya saja karena bersifat asam, noda jamur yang ditimbulkan lebih sulit dibersihkan dan punya sifat lebih korosif.


Oleh sebab itu, selalu cuci mobil Kamu setelah terkena hujan di jalan dan jangan biarkan terlalu lama. Kalau sampai muncul jamur bodi, segera besihkan pakai exterior cleaner.


Namun kalau tidak mempan, Kamu bisa pakai bahan kompon yang lebih kuat daya angkatnya.


Noda kotoran di bodi mobil bisa dikurangi risiko timbulnya jika kamu rajin melakukan pemolesan pada bodi mobil paling tidak sebulan sekali.


Tidak perlu memakai alat pemoles layaknya profesional car detailer, cukup gunakan bahan wax yang dijual di toko dan aplikasikan dengan menggunakan tangan kosong.


6. Karat


Sebenarnya mobil modern sudah menggunakan anti karat. Meski begitu, pemilik mobil di daerah dekat pantai punya risiko lebih besar terdampak karat karena tingginya kadar mineral di air dan sifatnya relatif asam.


Apalagi jika di bodi mobil ada luka terbuka akibat tabrakan dan kamu belum sempat membawanya ke bengkel untuk perbaikan.


Oleh sebab itu, jangan biarkan sampai ada luka terbuka di bodi mobil yang bisa jadi media timbulnya karat. Termasuk bagian kolong mobil yang paling rentan kotor dan terpapar korosi.


Sumber : www.toyota.astra.co.id/toyota-connect/news/category/tips