Car Models

X

BERTAHAN DITENGAH PANDEMI

Sambil berlari kecil aku mencoba mencari tempat berteduh di tengah panas terik matahari dan keramaian orang di Pasar rakyat simpong. Ya, hari ini seperti biasa aku melakukan tugasku sebagai seorang sales untuk melakukan canvasing seraya berharap ada salah satu orang yang tertarik untuk membeli mobil padaku.


Jam tangan menunjukan saat ini telah pukul 10.30, aku masih dengan seragam lengkap putih bergaris merah, bawahan hitam dan tentu saja tetap menggunakan masker,  sambil memegang tas berisikan brosur singgah dari satu kios ke kios lainnya menawarkan pembelian mobil atau sekedar berkenalan dengan para pedagang dengan harapan besok-besok mereka mau mengingatku untuk sekedar bertanya atau memberikan referensi kepadaku.


Setelah cukup Lelah dan tenggorokanku mulai terasa kering, aku duduk sejenak disebuah bangku di sudut sebuah lapak kosong sembari mengibas-ngibaskan sebuah robekan dus bekas untuk menghilangkan keringat yang sudah membasahi sebagian kerah bajuku. Dalam hati timbul sebuah pemikiran akan sampai kapan hal seperti harus aku lakukan, ditengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, membuat ekonomi merosot menyebabkan penjualan mobil menurun dan tentunya berdampak pada sales seperti diriku. Apalagi seruan pemerintah untuk mematuhi protokol Kesehatan, tetap diam dirumah dan menjaga jarak membuat kami bekerja extra keras karena cukup banyak orang yang aku temui enggan untuk menerima brosur bahkan menolak untuk sekedar berbincang ringan.


Dalam kondisi seperti ini aku dihadapkan pada 2 pilihan yaitu Kembali ke rumah dan diam saja atau tetap berusaha mengeluarkan semua kemampuan dan strategi demi tetap bertahan dalam kondisi yang sulit dan tentunya agar dapur dirumah tetap berasap. Penggunaan media social memang sudah aku lakukan tapi hasilnya tidak sebanding dengan Ketika melakukan canvasing atau terjun langsung di lapangan bertemu dengan calon customer.


Pilihan pilihan ini terasa sangat berat dikala ancaman tertular virus setiap saat menanti diluar rumah atau kebutuhan keluarga dirumah tidak bisa terpenuhi. Ditengah lamunan itu tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang perempuan paruh baya berusia sekitar 50an tahun yang sedang menjajakan dagangannya berupa ikan mentah kepada setiap orang yang ia lewati. Yang membedakannya dengan pedagang lain adalah beliau menjual secara berkeliling menawarkan kepada setiap pengunjung pasar alih-alih duduk di emperan kios menunggu pembeli datang. 


Tepat ketika beliau melewatiku, aku menyapa sekedar berbasa – basi menanyakan harga ikan jualannya. Dengan senyuman beliau menjelaskan harga dan kondisi ikan yang sedang dijual “mari pak dilihat ikan nya masih segar, Rp. 20.000 saja”. aku yang awalnya tidak berniat beli ikan pada akhirnya merogoh kantung celana untuk mengambil selembar uang Rp. 20.000 dan kuberikan pada ibu tersebut.


Sambil menerima uang dariku, beliau mengucap syukur terlebih dahulu dan mulai bercerita bahwa semenjak pandemi beliau sangat susah untuk menjual dagangan nya, suaminya yang dahulu menjual ikan kini sedang terbaring sakit sehingga beliau lah yang turun tangan sendiri untuk menjajakan ikan jualannya. Sempat beberapa kali ikan tidak laku bahkan harus menanggung rugi karena ikan nya sudah busuk sehingga hanya bisa dibuang. Ibu tersebut tidak menyerah pada keadaan, malah hal itu membesarkan semangatnya untuk mencari cara agar ikan nya tetap segar dan bisa laku terjual dalam sehari.


Aku yang masih sehat dan muda ini mendapatkan sebuah pelajaran berharga dari seorang pedagang ikan keliling bahwa dalam situasi tersulit apapun seharusnya kita tidak boleh menjadi lemah apalagi berfikir untuk menyalahkan keadaan.  Keadaan yang sulit mestinya membuat kita keluar dari zona nyaman dan berfikir out of the box, menciptakan peluang ditengah kesulitan memang sangat susah bahkan cenderung tidak semua orang mampu melaluinya, akan tetapi ketika kita mampu maka akan ada sebuah kebanggan yang tidak ternilai harganya, apalagi ketika usaha itu mampu menghasilkan sebuah pencapaian yang luar biasa, tentunya akan menambah kepercayaan diri kita bahwa tak ada hal yang tak bisa ketika kita mencoba.


Setelah selesai bercerita, ibu tersebut berpamitan dan berterima kasih kemudian berlalu melangkah ke tempat lainnya dan aku yang masih duduk dibangku sedari tadi kemudian melihat kearah jam tangan ternyata waktu sudah menunjukan pukul 12.00 siang, sudah waktunya aku untuk Kembali pulang.


Sambil bangkit dan berjalan ke arah parkiran depan aku tetap membagikan brosur mobil yang masih tersisa dan sesekali bertegur sapah dengan para pengunjung pasar lainnya. Dalam hati aku berfikir hari ini aku harus mulai menciptakan peluang yang lebih banyak, berfikir lebih kreatif bahkan harus lebih keras melawan keadaan. Berfikir bahwa Pandemi Covid – 19 ini bukan alasan untuk menjadi lemah, menjadi tak produktif atau menjadi alasan ketika kita tidak bisa mencapai target yang diberikan oleh manajemen.


Setelah berada di dalam mobil dan merapikan tas yang kubawa, aku perlahan menginjak pedal gas mobilku untuk keluar dari kompleks pasar simpong untuk Kembali ke rumah. Ada semangat baru yang kubawa hari ini, ada cerita baru yang bisa kubagikan kepada teman-teman tentang menjadi lebih kuat dalam situasi tersulit.
Layanan Kami

Toyota Extra Care
0811-4414-030