X

5 Fakta Hari Sumpah Pemuda yang Perlu Kamu Ketahui

Tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) menjadi salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena setelah sekian lama Indonesia berada di bawah kolonialisme dengan sistem politik devide et impera, akhirnya seluruh pemuda dari berbagai daerah se-Nusantara mengikrarkan persatuan anti-kolonial di atas pijakan: “satu nusa, satu bangsa, satu bahasa: INDONESIA” yang mampu mematahkan system politik tersebut.

Untuk mengenang kembali akan usaha para pemuda dalam mengikrarkan “Sumpah Pemuda”, maka di bawah ini ada berbagai fakta menarik Sumpah Pemuda yang dirangkum dari berbagai sumber.


  1. Jumlah peserta yang hadir pada saat Kongres Pemuda II diadakan mencapai 700 orang, namun hanya 82 orang yang tercatat bila merujuk pada daftar hadir yang ada saat ini. Sebagian besar peserta Kongres Pemuda merupakan utusan dari organisasi-organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Soematra, Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten Bond, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, Jong Ambon, dan Perhimpoenan Peladjar-Pladjar Indonesia (PPPI), dan dihadiri juga oleh utusan golongan timur asing Tionghoa.


  2. Rumusan Sumpah Pemuda yang saat ini dikenal, berasal dari gagasan dan inisiatif dari Muhamammad Yamin yang menarik dan terkesan kocak. Pada sesi terakhir Kongres, saat Mr Sunarjo dari utusan Kepanduan sedang berpidato, Yamin menuliskan rumusan Sumpah Pemuda lewat secarik kertas dan memberikannya kepada pimpinan siding, Soegondo Djojopoespito, seraya berbisik: “Saya punya rumusan resolusi yang luwes”. Soegondo kemudian membacakan isi surat rumusan resolusi tersebut, lalu memandang kea rah Yamin. Dalam sekelebat mata, Yamin membalas pandangan Soegondo itu dengan senyuman. Spontan Soegondo membubuhkan paraf “setuju” dan selanjutnya Soegondo meneruskan usulan rumus tersebut kepada Amir Sjarifuddin yang memandang Soegondo dengan tatapan bertanya-tanya. Soegondo mengangguk-angguk dan Amir pun memberikan paraf “setuju”. Begitulah seterusnya hingga seluruh utusan organisasi pemuda menyatakan setuju.


  3. Saat Kongres Pemuda II dilaksanakan, sebagian pembicara masih menggunakan bahasa Belanda, salah satunya adalah Siti Soendari. Bahkan notulensi rapat pun ditulis dalam bahasa Belanda. Yang mahir menggunakan bahasa Melayu (kelak menjadi bahasa Indonesia) saat itu adalah Mohammad Yamin. Oleh karena itu, beliau ditunjuk sebagai Sekretaris Sidang untuk memudahkan penerjemahan isi pidato dan kesepakatan sidang ke dalam bahasa Melayu.


  4. Lagu “Indonesia Raya” pertama kali dikumandangkan langsung oleh penciptanya, yakni Wage Roedolf Soepratman dengan permainan biolanya, tanpa syair. Karena kata “Indonesia” dan “Merdeka” yang terdapat dalam syair lagu dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah serius dengan petugas polisi Belanda.


  5. Banyak peserta kongres yang menggunakan peci, yang diperkenalkan oleh Bung Karni sebagai identitas pergerakan nasional. Namun, karena langkahnya peci pada saat jaman Hindia-Belanda, maka sebagian peserta Kongres lainnya menggunting pinggiran topi Eropanya sehingga menyerupai peci.



Fakta-fakta di atas masih sebagian dari banyaknya hal yang terjadi selama Kongres berlangsung. Memperingati hari Sumpah Pemuda kali ini, ada baiknya jika dijadikan sebagai cerminan diri untuk mengenang dan memunculkan kembali semangat juang para pemuda di masa itu tanpa adanya sikap rasisme untuk mewujudkan rasa persatuan Indonesia yang semakin erat.
Layanan Kami

Toyota Extra Care
0811-4414-030